Bapak Ilmu Sosiologi dan Historiografi
Abd al-Rahman ibn Khaldun lahir di Tunis pada tahun 1332 M dari keluarga Arab terpelajar yang berasal dari Yaman. Ia dikenal sebagai salah satu pemikir terbesar dalam sejarah manusia — pelopor ilmu sosiologi, ekonomi, dan historiografi modern, lima abad sebelum para pemikir Barat seperti Auguste Comte dan Adam Smith. Arnold Toynbee menyebutnya sebagai 'karya terbesar yang pernah diciptakan oleh pikiran manusia'.
Al-Muqaddimah
Karya agungnya, Al-Muqaddimah (Pengantar), ditulis dalam 5 bulan di Qal'at Ibn Salama pada tahun 1377 M. Buku ini adalah pengantar dari ensiklopedia sejarahnya yang lebih besar, namun justru Al-Muqaddimah yang menjadi abadi. Di dalamnya, Ibnu Khaldun menganalisis faktor-faktor yang menyebabkan bangkitnya dan runtuhnya peradaban, memperkenalkan konsep 'asabiyyah (solidaritas sosial) sebagai motor sejarah.
Teori Siklus Peradaban
Ibnu Khaldun mengembangkan teori bahwa peradaban bergerak dalam siklus: kaum nomaden yang memiliki asabiyyah kuat menaklukkan kaum urban yang sudah lemah, kemudian mereka sendiri menjadi urban, melemah, dan akhirnya ditaklukkan oleh gelombang nomaden berikutnya. Ia juga membahas ekonomi, perpajakan (termasuk konsep yang mirip Kurva Laffer), pendidikan, dan psikologi sosial dengan cara yang sangat modern.
Kehidupan yang Penuh Pergolakan
Ibnu Khaldun menjalani karir yang penuh pasang surut di berbagai kerajaan di Afrika Utara dan Spanyol. Ia pernah menjadi pejabat tinggi, pernah dipenjara, dan pernah hidup sebagai pengembara. Pada 1401 M, ia sempat bertemu dengan Timur Lenk (Tamerlane) setelah jatuhnya Damaskus — pertemuan yang ia catat secara detail. Ia wafat di Kairo pada 1406 M.