Al-Faruq — Sang Pembeda
Umar bin Khattab RA adalah khalifah kedua yang dikenal sebagai pemimpin yang adil dan tegas. Gelar "Al-Faruq" (pembeda antara kebenaran dan kebatilan) diberikan oleh Rasulullah SAW kepadanya. Sebelum masuk Islam, Umar adalah salah satu musuh Islam yang paling ditakuti — namun keislamannya justru memberikan kekuatan besar bagi kaum Muslim.
Ekspansi Wilayah Islam
Selama kepemimpinannya (634–644 M), wilayah Islam berkembang pesat meliputi Persia, Mesir, Suriah, dan Palestina. Umar memimpin ekspansi ini dengan kebijaksanaan, selalu memastikan perlakuan adil bagi penduduk wilayah yang ditaklukkan, termasuk menjamin kebebasan beragama.
Pemimpin yang Merakyat
Umar dikenal sebagai pemimpin yang sangat memperhatikan kesejahteraan rakyatnya. Beliau sering berkeliling di malam hari secara menyamar untuk memastikan tidak ada rakyatnya yang kelaparan atau menderita. Ia pernah memanggul karung gandum sendiri untuk diberikan kepada seorang ibu dan anaknya yang kelaparan.
Warisan Sistem Pemerintahan
Umar meletakkan dasar sistem pemerintahan Islam yang terorganisir: pembentukan Baitul Mal (kas negara), sistem kalender Hijriah, administrasi wilayah dengan gubernur, dan sistem gaji bagi tentara. Pembukaan Baitul Maqdis (Yerusalem) di bawah kepemimpinannya juga menjadi salah satu momen bersejarah.
Umar wafat pada tahun 644 M akibat ditikam oleh seorang budak bernama Abu Lu'lu'ah. Beliau dimakamkan berdampingan dengan Rasulullah SAW dan Abu Bakar. Rasulullah SAW pernah bersabda: "Seandainya ada nabi setelahku, niscaya itu adalah Umar bin Khattab."