Nabi yang Meninggalkan Kaumnya
Nabi Yunus AS diutus kepada penduduk Niniwe (kini Mosul, Irak). Setelah lama berdakwah tanpa hasil yang berarti, Yunus merasa putus asa dan pergi meninggalkan kaumnya sebelum mendapat izin dari Allah. Beliau menaiki sebuah kapal, namun kapal itu mengalami kesulitan di tengah laut dan undi dilakukan untuk menentukan siapa yang harus dilempar ke laut.
Dalam Perut Ikan Paus
Undian jatuh kepada Yunus dan beliau pun dilempar ke laut, lalu ditelan oleh ikan paus yang besar. Di dalam perut paus yang gelap gulita, Yunus berdoa dengan penuh kerendahan hati: 'Laa ilaaha illaa anta subhaanaka innii kuntu minazh-zhalimiin' (Tidak ada tuhan selain Engkau, Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang zalim). Allah mengabulkan doanya.
Kembali dan Tobatnya Kaum
Allah memerintahkan ikan paus memuntahkan Yunus ke tepi pantai dalam keadaan lemah. Setelah pulih, Yunus kembali kepada kaumnya di Niniwe. Luar biasanya, kaumnya yang sebelumnya ingkar telah bertobat dan beriman kepada Allah setelah melihat tanda-tanda azab yang mendekat. Seratus ribu lebih penduduk Niniwe diselamatkan Allah karena tobat mereka.
Allah SWT berfirman: "Maka kalau sekiranya dia tidak termasuk orang-orang yang banyak mengingat Allah, niscaya ia akan tetap tinggal di perut ikan itu sampai hari berbangkit." (QS. Ash-Shaffat: 143-144)