Dikaruniai Hikmah Sejak Kecil
Nabi Yahya AS lahir sebagai jawaban atas doa panjang ayahnya, Nabi Zakaria AS. Bahkan sebelum lahir, ia sudah mendapat salam dari Allah — sebuah kemuliaan yang luar biasa. Allah berfirman: 'Wahai Yahya, ambillah Al-Kitab (Taurat) itu dengan sungguh-sungguh.' Dan sejak kecil, Yahya sudah dikaruniai hikmah, ketaqwaan, dan kasih sayang kepada sesama.
Kezuhudan dan Ketaatan
Nabi Yahya AS menjalani hidup yang penuh kezuhudan. Beliau tidak pernah bermaksiat kepada Allah, menjauhi segala kemewahan dunia, dan menghabiskan waktunya untuk beribadah dan berdakwah. Pakaiannya sederhana, makanannya ala kadarnya, dan tidurnya sedikit. Beliau juga dikenal sebagai orang yang sangat cinta kepada sesama dan sangat menyayangi orang-orang lemah.
Akhir Kehidupan yang Mulia
Nabi Yahya AS menjalankan misi kenabiannya dengan mengajak Bani Israil kembali kepada ajaran yang benar dan menegakkan keadilan. Beliau tidak takut menyatakan kebenaran meski berhadapan dengan penguasa. Akhir hidupnya mengalami ujian berat, namun kematiannya pun dijamin oleh Allah sebagaimana firman-Nya: 'Salam sejahtera atasnya pada hari dia dilahirkan, pada hari dia meninggal, dan pada hari dia dibangkitkan hidup kembali.'
Allah SWT berfirman: "Hai Yahya, ambillah Al-Kitab (Taurat) itu dengan sungguh-sungguh. Dan Kami berikan kepadanya hikmah selagi dia masih kanak-kanak, dan rasa belas kasihan yang mendalam dari sisi Kami dan kesucian (dari dosa). Dan ia adalah seorang yang bertakwa." (QS. Maryam: 12-13)